Motivasi belajar merupakan penggerak fundamental yang mendorong mahasiswa untuk mencapai tujuan pendidikan dengan membangkitkan gairah, semangat, dan ketekunan dalam proses pembelajaran. Rendahnya motivasi belajar dapat menyebabkan manifestasi negatif seperti hilangnya gairah belajar, perilaku membolos, kebosanan, dan penurunan prestasi akademik yang berdampak pada kualitas lulusan perguruan tinggi. Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan, data awal menunjukkan 40% dari 10 mahasiswa ners tingkat III memiliki motivasi belajar yang tidak baik, mengindikasikan perlunya identifikasi lebih komprehensif terhadap gambaran motivasi belajar mahasiswa. Motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor intrinsik seperti hasrat dan keinginan berhasil, serta faktor ekstrinsik meliputi dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, peran dosen, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi belajar mahasiswa Prodi Ners Tingkat III di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi akademik mahasiswa keperawatan. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan total sampling. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh mahasiswa Prodi Ners Tingkat III berjumlah 99 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner motivasi belajar yang diadopsi dari Simbolon et al. (2020) terdiri dari 20 pernyataan dengan skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitas (alpha 0,844). Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase motivasi belajar berdasarkan kategori tinggi (60-80), sedang (40-59), dan rendah (20-39). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki motivasi belajar tinggi sebesar 92,0% (91 orang) dan motivasi sedang 8,0% (8 orang), tanpa ada yang berkategori rendah. Komponen tertinggi yang memotivasi adalah kehadiran aktif dalam perkuliahan (61,0%), harapan mendapat pekerjaan setelah lulus (60,6%), kepuasan terhadap nilai akademik (50,5%), dan hasrat intrinsik mencapai tujuan (48,5%). Karakteristik demografi menunjukkan dominasi perempuan 88,9% dengan rentang usia terbanyak 20 tahun (78,8%). penelitian menyimpulkan bahwa mahasiswa Prodi Ners Tingkat III memiliki motivasi belajar yang tinggi dengan komponen utama berupa orientasi masa depan dan kehadiran aktif, sehingga strategi pembelajaran perlu mempertahankan kreativitas pengajaran dan dukungan lingkungan akademik yang kondusif untuk memaksimalkan prestasi mahasiswa keperawatan.