Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kapasitas dan tingkat pelayanan jalan di Kota Ambon berbasis analisis derajat kejenuhan dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 untuk mengidentifikasi kondisi kritis pada ruas-ruas jalan utama. Evaluasi komprehensif terhadap derajat kejenuhan, kapasitas efektif, dan tingkat pelayanan jalan menjadi instrumen vital dalam mengidentifikasi titik-titik kemacetan kritis serta merumuskan strategi intervensi yang tepat guna meningkatkan efisiensi mobilitas perkotaan di wilayah kepulauan.Materi dan metode penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei lapangan pada tiga ruas jalan utama di Kota Ambon yaitu Jalan A.Y. Patty, Jalan Said Perintah, dan Jalan Dr. Kayadoe. Pengumpulan data primer dilakukan selama tiga hari kerja pada periode jam puncak pagi, jam normal, dan jam puncak sore menggunakan traffic counter untuk pencacahan volume kendaraan, speed gun untuk pengukuran kecepatan, serta formulir survei untuk hambatan samping. Analisis data dilakukan dengan menghitung kapasitas jalan menggunakan formula MKJI 1997 yang mempertimbangkan kapasitas dasar dan berbagai faktor penyesuaian.Hasil penelitian menunjukkan ketiga ruas jalan mengalami kondisi kritis dengan derajat kejenuhan berkisar antara 0,82 hingga 0,98. Jalan Said Perintah mencatat kondisi paling kritis dengan derajat kejenuhan 0,98 dan tingkat pelayanan E. Hambatan samping dengan frekuensi 500-723 kejadian per jam menjadi faktor dominan yang menurunkan kapasitas efektif jalan hingga 20-25 persen. Kecepatan tempuh rata-rata mengalami penurunan signifikan sebesar 26,9-32,1 persen dari kecepatan arus bebas teoritis.Kesimpulan penelitian adalah sistem transportasi jalan di Kota Ambon telah mendekati batas kapasitas maksimal yang memerlukan intervensi segera melalui strategi rekayasa lalu lintas, pengurangan hambatan samping, dan pengembangan sistem angkutan umum massal untuk mencegah degradasi lebih lanjut.