Kelelahan kerja merupakan masalah kesehatan kerja yang krusial di sektor konstruksi, karena berkaitan dengan penurunan produktivitas dan peningkatan risiko kecelakaan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang terkait dengan kelelahan kerja di kalangan pekerja konstruksi pada proyek pengembangan apartemen di Indonesia. Studi ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional, dengan data dikumpulkan dari 100 pekerja lapangan melalui pengukuran langsung dan kuesioner terstruktur. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kelelahan kerja dan variabel independen: usia, jam kerja, status gizi, dan beban kerja fisik. Hasil menunjukkan bahwa 67% pekerja mengalami kelelahan. Keempat faktor tersebut menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p<0.05) dengan kelelahan kerja. Beban kerja fisik merupakan faktor risiko terkuat (Rasio Prevalensi/PR=2.418), diikuti oleh status gizi abnormal (PR=1.539), usia lanjut (≥40 tahun, PR=1.450), dan jam kerja panjang (>8 jam/hari, PR=1.363). Kesimpulannya, studi ini menyatakan bahwa beban kerja fisik, status gizi, usia, dan jam kerja merupakan faktor penentu kelelahan kerja yang signifikan dalam lingkungan berisiko tinggi ini. Kontribusi utama studi ini bagi ilmu pengetahuan adalah penyediaan bukti empiris kuantitatif yang spesifik, yang mengurutkan tingkat risiko faktor-faktor yang dapat diperbaiki dalam industri konstruksi Indonesia, memberikan landasan yang kokoh untuk merancang intervensi ergonomis yang ditargetkan dan kebijakan keselamatan kerja berbasis bukti yang bertujuan untuk mitigasi kelelahan dan produktivitas berkelanjutan di masa depan.