Artikel ini mengkaji secara kritis konsep ta’dib dalam filsafat pendidikan Islam melalui analisis epistemologis terhadap pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas, serta mengeksplorasi relevansinya bagi pengembangan kurikulum pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Sumber data primer meliputi karya-karya Al-Attas terutama The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education dan Islam and Secularism, sementara sumber sekunder mencakup literatur kritis mengenai filsafat pendidikan Islam, epistemologi Islam, dan pengembangan kurikulum. Analisis data dilakukan melalui metode content analysis dengan teknik hermeneutika filosofis untuk mengidentifikasi struktur konseptual, fondasi epistemologis, dan implikasi pedagogis konsep ta’dib. Hasil kajian menunjukkan bahwa ta’dib bukan sekadar transfer pengetahuan (ta’lim) atau pelatihan keterampilan (tarbiyah), melainkan proses penanaman adab yang mencakup dimensi intelektual, spiritual, dan moral secara integratif. Fondasi epistemologis ta’dib bertumpu pada pandangan hidup Islam (Islamic worldview) yang menekankan kesatuan ilmu pengetahuan, hierarki realitas, dan tujuan ultimate pendidikan yaitu pembentukan insan yang baik (al-insan al-kamil). Konsep ini memiliki implikasi signifikan bagi pengembangan kurikulum kontemporer, khususnya dalam hal: (1) reintegrasi ilmu agama dan ilmu umum melalui kerangka tauhid, (2) pengembangan pedagogi yang menekankan pembinaan karakter dan akhlak mulia, (3) penguatan identitas epistemik peserta didik dalam menghadapi tantangan modernitas dan westernisasi ilmu pengetahuan, serta (4) perumusan tujuan pendidikan yang holistik dan berorientasi pada kebahagiaan dunia-akhirat. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori pendidikan Islam yang lebih kokoh secara filosofis dan aplikatif dalam konteks pendidikan Indonesia kontemporer.