Pemanfaatan biochar sebagai amandemen tanah semakin mendapat perhatian sebagai strategi peningkatan kesuburan tanah dan efisiensi serapan hara tanaman dalam sistem pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi biochar dari limbah sekam padi terhadap sifat kimia tanah, serapan hara utama (N, P, K), serta pertumbuhan dan hasil tanaman singkong (Manihot esculenta Crantz) pada lahan marginal. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Ilmu Tanaman dan Hewani, Universitas Bina Insan, selama satu musim tanam (4 bulan) menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat perlakuan dosis biochar, yaitu 0 (kontrol), 5, 10, dan 15 ton/ha, masing-masing dengan tiga ulangan. Biochar yang digunakan diproduksi melalui pirolisis sekam padi pada suhu 500°C dan diaplikasikan ke tanah sebelum tanam. Parameter yang diamati meliputi pH tanah, kandungan bahan organik, kapasitas tukar kation (KTK), serapan nitrogen, fosfor, kalium dalam jaringan tanaman, serta pertumbuhan tanaman dan hasil umbi segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar secara signifikan meningkatkan pH tanah, bahan organik, dan KTK, dengan peningkatan paling optimal pada dosis 10 ton/ha. Serapan hara oleh tanaman meningkat sejalan dengan dosis biochar, yang berkontribusi pada pertumbuhan vegetatif dan hasil umbi yang lebih tinggi dibanding kontrol. Produksi umbi tertinggi diperoleh pada dosis 10 ton/ha dengan rata-rata hasil sebesar 38 ton/ha, meningkat signifikan dibanding kontrol yang hanya 25 ton/ha. Peningkatan dosis hingga 15 ton/ha tidak memberikan peningkatan hasil yang signifikan, menunjukkan adanya dosis optimal biochar. Penelitian ini mengindikasikan bahwa biochar dari limbah sekam padi efektif sebagai amandemen tanah untuk meningkatkan kesuburan dan hasil singkong pada lahan marginal. Penerapan biochar dapat menjadi solusi agronomi berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya secara efisien