This Author published in this journals
All Journal Pro-Stek
Amiroh, Aissatul
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FORMULASI GALANTIN AYAM YANG DIPERKAYA DENGAN BUBUK DAUN KELAKAI (Stenochlaena palustris) DAN BUBUK DAUN KELOR (Moringa oleifera) PENGARUHNYA TERHADAP ZAT BESI, SERAT DAN KADAR ABU Amiroh, Aissatul
Pro-STek Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5557

Abstract

Bubuk daun kelakai dan bubuk daun kelor sebagai sumber zat besi dan serat kasar. Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan anemia dan kekurangan serat kasar dapat mengakibatkan gangguan pencernaan. Penggunaan bubuk daun kelakai dan bubuk daun kelor dalam galantin ayam menjadi alternatif untuk meningkatkan kandungan zat besi dan serat kasar dalam makanan olahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk daun kelakai (Stenochlaena palustris) dan bubuk daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar zat besi, kadar serat kasar, dan kadar abu serta menentukan formulasi terbaik galantin ayam yang diperkaya dengan bahan tersebut. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor-faktor dalam penelitian ini adalah perbedaan proporsi antara bubuk daun kelakai (A) dan bubuk daun kelor (O) yang terdiri 5 perlakuan. Perlakuan 1 (A : O = 5%:1%), Perlakuan 2 (A : O = 4%:2%), Perlakuan 3 (A : O = 3%:3%), Perlakuan 4 (A : O = 2%:4%), Perlakuan 5 (A : O = 1%:5%). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan meliputi kadar zat besi, kadar serat kasar, kadar abu dan organoleptik. Setelah dilakukan penelitian hasil ANOVA zat besi, serat kasar, dan kadar abu memperlihatkan nilai signifikan 0,000. Nilai tersebut < 0,05 maka terdapat perbedaan perlakuan yang signifikan. uji efektivitas dapat kesimpulan sebagai berikut: perlakuan P3 yaitu bubuk daun kelakai 3% dan bubuk daun kelor 3% yang memiliki nilai hasil (NH) tertinggi sebesar 0,628. Kriteria variabel perlakuan P3 yaitu zat besi 22,7833 mg, serat kasar 1,0567%, kadar abu 4,7833%, rasa 4, warna 4, dan aroma 4.Kata kunci : bubuk daun kelakai, bubuk daun kelor, galantin ayam