Muh. Fikri Alfian
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Falsafah Dan Hikmah Asuransi: Perspektif Filosofis Dan Etis Dalam Perlindungan Risiko Muh. Fikri Alfian; Andi Yusril Azwandi; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/dvn7jy06

Abstract

This study is motivated by the need to understand the philosophical and ethical dimensions of insurance practices, which are not merely economic mechanisms but also means of risk protection that contain moral values. Through a qualitative approach based on literature studies, this research analyzes various primary and secondary sources, including philosophical works, ethics, and risk studies, using documentation and theoretical triangulation techniques to validate the data. The results reveal that conventional insurance promotes solidarity but faces ethical challenges such as moral hazard and information asymmetry, while Islamic insurance (takaful) offers a paradigm based on ta'awun and maslahah that emphasizes fairness and transparency. The study concludes that the two models can be synthesized to create a more ethical, inclusive, and sustainable risk protection framework. The implication is that strengthening aspects of transparency, distributive justice, and public literacy are necessary to create an insurance system that is not only financially effective but also socially and morally meaningful. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya memahami dimensi filosofis dan etis dari praktik asuransi, yang tidak hanya sekadar mekanisme ekonomi tetapi juga sarana perlindungan risiko yang mengandung nilai moral. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder, termasuk karya filosofis, etika, dan kajian risiko, dengan teknik dokumentasi dan triangulasi teoretis untuk memvalidasi data. Hasil penelitian mengungkap bahwa asuransi konvensional mengedepankan solidaritas namun menghadapi tantangan etis seperti moral hazard dan asimetri informasi, sementara asuransi syariah (takaful) menawarkan paradigma berbasis ta’awun dan maslahah yang menekankan keadilan dan transparansi. Simpulan studi menegaskan bahwa kedua model tersebut dapat disintesiskan untuk menciptakan kerangka perlindungan risiko yang lebih etis, inklusif, dan berkelanjutan. Implikasinya, diperlukan penguatan aspek transparansi, keadilan distributif, dan literasi masyarakat untuk mewujudkan sistem asuransi yang tidak hanya efektif secara finansial tetapi juga bermakna secara sosial dan moral