Muhammad Fuad Zhaky
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membentuk Keluarga Sakinah Mawaddah Dan Rahmah Dalam Pernikahan Berdasarkan Falsafah Islam Syahriadi; Muhammad Fuad Zhaky; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/t0syqb32

Abstract

This research focuses on the analysis of the concept of forming a harmonious, loving, and compassionate (SAMARA) family in marriage according to Islamic philosophy and its relevance in the context of modern household life. The SAMARA concept is understood as the ideal foundation for building a family that is not only oriented towards formal bonds, but also towards peace of mind, love, and ongoing affection. From an Islamic perspective, marriage is positioned as a sacred institution that integrates spiritual, social, and legal values ​​to create a balanced and meaningful family life. This research uses a qualitative descriptive method by examining various Islamic literature sources and the social phenomena of contemporary Muslim families. The study focuses on the spiritual dimension that emphasizes faith and piety, the social dimension related to the interaction patterns of husband and wife and the environment, and the legal dimension that regulates rights and obligations in marriage. The results of the study indicate that mutual respect, open and effective communication, fair distribution of responsibilities, and a balance between material and spiritual aspects are key elements in creating a harmonious and resilient family. In the context of the modern era, family challenges are increasingly complex, including economic pressures, changing gender roles, and rapid social dynamics. Therefore, this study also examines the importance of prospective husbands and wives' readiness to understand the meaning, purpose, and values ​​of marriage before starting a household. In conclusion, the SAMARA concept remains relevant and relevant as a moral and ethical framework that can serve as a guideline for building strong, adaptive family relationships based on Islamic values ​​amidst changing times Abstrak. Penelitian ini berfokus pada analisis konsep pembentukan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah (SAMARA) dalam pernikahan menurut falsafah Islam serta relevansinya dalam konteks kehidupan rumah tangga modern. Konsep SAMARA dipahami sebagai fondasi ideal dalam membangun keluarga yang tidak hanya berorientasi pada ikatan formal, tetapi juga pada ketenangan jiwa, cinta kasih, dan kasih sayang yang berkelanjutan. Dalam perspektif Islam, pernikahan diposisikan sebagai institusi sakral yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, sosial, dan hukum guna menciptakan kehidupan keluarga yang seimbang dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menelaah berbagai sumber literatur keislaman serta fenomena sosial keluarga Muslim kontemporer. Kajian difokuskan pada dimensi spiritual yang menekankan keimanan dan ketakwaan, dimensi sosial yang berkaitan dengan pola interaksi suami istri dan lingkungan, serta dimensi hukum yang mengatur hak dan kewajiban dalam pernikahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sikap saling menghormati, komunikasi yang terbuka dan efektif, pembagian tanggung jawab yang adil, serta keseimbangan antara aspek material dan spiritual merupakan elemen utama dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan tangguh. Dalam konteks era modern, tantangan keluarga semakin kompleks, meliputi tekanan ekonomi, perubahan peran gender, serta dinamika sosial yang cepat. Oleh karena itu, penelitian ini juga mengkaji pentingnya kesiapan calon suami dan istri dalam memahami makna, tujuan, serta nilai-nilai pernikahan sebelum membangun rumah tangga. Kesimpulannya, konsep SAMARA tetap relevan dan aktual sebagai kerangka moral dan etika yang mampu menjadi pedoman dalam membentuk hubungan keluarga yang kokoh, adaptif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam di tengah perubahan zaman.