Persaingan perusahaan setelah dampak dari pandemi berupakan sinyal bangkitnya perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya terutama sektor perbankan yang memiliki peran besar mendorong perekonomian Indonesia. Masalah yang terjadi adalah pemulihan kepercayaan masyarakat dan perusahaan untuk berinvestasi kembali dan meningkatkan roda perekonomian di Indonesia. Aspek keuangan dan non keuangan saat ini menjadi perhatian publik tidak hanya profitabilitas melainkan keberlanjutan dan tata kelola yang terus sosialisasikan oleh pemerintah dan dalam kurun waktu 2022-2024 setelah pandemi menjadi periode acuan melihat pertumbuhan perusahaan.Dengan demikian perlu adanya pengujian lebih lanjut apakah pengungkapan ESG, kebijakan dividen dan tingkat kesehatan bank dapat mempengaruhi nilai perusahaan pada lingkup sektor perbankan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data menggabungkan antara data time series dan cross section yang disebut data panel dan menggunakan data sekunder bersumber dari OJK. Analisis yang yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak Eviews 13. Pengujian asumsi klasik dilakukan yakni uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas sebelum melakukan uji t, uji f, dan uji R2. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG berpengaruhi negatif terhadap nilai perusahaan termasuk profitabilitas sebagai moderasinya. Kebijakan dividen dan tingkat kesehatan bank berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan diperkuat profitabilitas yang memoderasi.Secara simultan variabel tersebut memiliki nilai yang signifikan dalam pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Maka dengan ini peneliti berhadap kepada peneliti selanjutnya dan pihak terkait agar penelitian ini dapat dikembangkan lebih luas lagi dan sebagai informasi tambahan serta wawasan dalam menganalisa faktor apa saja yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan.