Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Prioritas Penanganan Pantai Bagian Utara WS Dumoga–Sangkub Menggunakan Metode AHP Mananoma, Tiny; Makasaehe , Debora; Manalip, Eunike; Wallah , Brilliant
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 6 (2025): EduTIK : Desember 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas sosial, ekonomi, dan ekologi masyarakat, namun menghadapi tekanan signifikan akibat abrasi, sedimentasi, serta perubahan garis pantai yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan pantai di sepanjang kawasan pantai utara Wilayah Sungai (WS) Dumoga–Sangkub serta menentukan prioritas penanganannya. Pendekatan yang digunakan adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai alat pengambilan keputusan multikriteria untuk menilai sembilan lokasi pantai, yaitu Poigar, Inobonto, Lolak, Ayong, Maelang, Batu Merah, Telaga, Bolangitan, dan Buko. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga kriteria utama, yakni kondisi lingkungan, tingkat erosi/abrasi, dan tingkat sedimentasi, dengan data diperoleh melalui observasi lapangan serta wawancara masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kerusakan pantai meliputi kombinasi faktor alam seperti gelombang laut, arus dan pasang surut, serta faktor antropogenik seperti penebangan mangrove, penambangan pasir, dan pembangunan tanpa perencanaan lingkungan yang memadai. Berdasarkan hasil analisis AHP, diperoleh urutan prioritas penanganan pantai, yaitu Pantai Lolak sebagai prioritas utama, diikuti oleh Pantai Buko, Ayong, Batu Merah, Poigar, Maelang, Telaga, Bolangitan, dan Inobonto. Studi ini menyimpulkan bahwa pengelolaan pantai secara berkelanjutan perlu dilakukan melalui pendekatan terpadu yang melibatkan pemantauan berkala, perbaikan infrastruktur pantai, serta peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya mitigasi kerusakan wilayah pesisir.