Saraswati, Nurliana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Religiusitas sebagai Faktor Protektif Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Keperawatan Kafaabillah, Dita; Wahyu Kusumawati, Mira; Saraswati, Nurliana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1380

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa keperawatan merupakan salah satu kelompok rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat tekanan akademik, praktik klinik, masalah finansial dan interaksi sosial. Religiusitas merupakan salah satu faktor protektif yang dapat memperkuat ketahanan psikologis pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat religiusitas dengan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis mahasiswa keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 205 mahasiswa tingkat dua di salah satu universitas di Surakarta melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Daily Spiritual Experience Scale (DSES), Self-Reporting Questionnaire (SRQ), dan Psychological Well-Being (PWB). Analisis statistik hasil penelitian menggunakan Spearman Rank. Hasil: Hasil menunjukkan responden memiliki tingkat religiusitas tinggi (76,58%), tingkat kesehatan mental normal (68,29%), dan tingkat kesejahteraan psikologis sedang (78,05%). Terdapat hubungan negatif signifikan antara religiusitas dan gangguan kesehatan mental (r = -0,282; p < 0,05). Terdapat hubungan positif signifikan antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis (r = 0,403; p < 0,05). Kesimpulan: Mahasiswa dengan tingkat religiusitas tinggi akan memiliki kesejahteraan psikologis tinggi dan beresiko rendah mengalami masalah kesehatan mental. Kampus dapat mengintegrasikan pendekatan spiritual dalam program pembinaan mahasiswa untuk mendukung kesehatan mental yang holistik.