Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERTOLONGAN PERTAMA KASUS KEGAWATDARURATAN BAGI PESERTA SEKOLAH LANSIA MELATI JAYA Pira Prahmawati
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi gawat darurat merupakan keadaan yang mengancam nyawa yang jika tidak segera ditolong dapat menimbulkan kematian atau kecacatan sehingga perlu ditangani dengan cepat. Kelompok lansia merupakan kelompok beresiko yang dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan sehingga perlu diajarkan terkait berbagai kasus kegawatdaruratan yang mungkin dialami dan cara pertolongan pertemanya sebelum mencapai rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan terdekat. Sekolah Lansia Melati Jaya, Kelurahan Sukamenanti Baru, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung memberikan kesempatan para lansia mendapatkan penyuluhan kesehatan tentang Penanganan Awal pada Kasus Kegawatdaruratan sehingga para lansia diharapkan menjadi tangguh, aktif dan produktif bagi dirinya, keluarganya dan masyarakat. Kami Dosen Universitas Muhammadiyah Pringsewu melalui Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat memberikan penyuluhan kesehatan yang berfokus kepada kasus kegawatdaruratan. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para lansia dalam penanganan awal pada pasien gawat darurat di sekitarnya. Hasil Penyuluhan ini para lansia aktif dan antusias mengikuti penyuluhan dari awal sampai akhir kegiatan, aktif dalam bertanya kepada narasumber, sebanyak 5 pertanyaan dari narasumber dapat dijawab dengan benar, aktif dalam redemontrasi praktek dan 3 orang dapat mengulang tindakan dengan tepat. Kehadiran peserta mencapai 100% yaitu sebanyak 29 orang. Kesimpulan bahwa penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemapuan praktek terkait kegawatdaruratan pada peserta Sekolah Lansia Melati Jaya. Saran bahwa dibutuhkan metode pengajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan informasi pada lansia agar agar penyuluhan kesehatan pada lansia untuk dapat menggunakan metode-metode lain yang lebih menarik dan penting menentukan jenis informasi yang disesuaikan kebutuhan lansia, sehingga para lansia akan merasa tertarik dan antusias selama mengikuti kegiatan.