This Author published in this journals
All Journal Jurnal Perikanan
Maulida, Ine
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FINANCIAL FEASIBILITY ANALYSIS OF SEMI-INTENSIVE SHRIMP FARMING IN CIHERAS VILLAGE, TASIKMALAYA Zein, Rayhan; Maulida, Ine; Buwono, Ibnu Dwi; Nurhayati, Atikah
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan ekonomi usaha budidaya tambak udang vaname (Litopenaeus vannamei) dengan sistem semi-intensif di Desa Ciheras, Kabupaten Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode sensus pada 10 petambak udang yang mewakili teknologi budidaya semi-intensif. Data yang dikumpulkan meliputi biaya investasi, biaya operasional, hasil produksi, dan penerimaan dari penjualan udang. Analisis finansial dilakukan melalui empat indikator utama, meliputi keuntungan (profit), Revenue Cost Ratio (R/C), Break Even Point (BEP), dan Payback Period (PP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keuntungan bersih yang diperoleh petambak per siklus mencapai Rp58.750.000. Usaha tambak di Desa Ciheras dinyatakan layak dijalankan berdasar uji kelayakan finansial (Revenue Cost Ratio 1,35; Payback Period 2,54 tahun, dan Break Even Point Rp413.501.004 per tahun). Penerapan operasional tambak di musim hujan lebih menguntungkan dibanding musim kemarau dengan nilai Revenue Cost Ratio 1,64; Payback Period 2,82 tahun, dan Break Even Point Rp134.576.392. Temuan ini memperlihatkan bahwa usaha budidaya udang vaname semi-intensif di Desa Ciheras tidak hanya layak secara ekonomi, namun berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Salah satu kunci penting profitabilitas tambak semi-intensif ini menekankan pentingnya efisiensi biaya produksi, terutama pada komponen pakan dan benur. Hasil akhir riset ini diharapkan menjadi acuan operasional tambak bagi pembudidaya, investor, maupun pemerintah daerah.