Efisiensi pakan dan kecukupan mineral untuk mendukung molting serta pertumbuhan merupakan kendala utama dalam budidaya kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh suplementasi tepung maggot (Hermetia illucens) dan tepung cangkang gonggong dalam formulasi pakan terhadap frekuensi molting, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup kepiting bakau. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas tiga perlakuan, yaitu A (kontrol pakan rucah), B (pakan + 5% tepung maggot + 1% tepung cangkang gonggong), dan C (pakan + 10% tepung maggot + 3% tepung cangkang gonggong), masing-masing dengan lima ulangan. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan pemberian pakan sebanyak 5% biomassa per hari. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), frekuensi molting, kelangsungan hidup, analisis proksimat pakan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C memberikan hasil pertumbuhan tertinggi (bobot mutlak 39,00 g; SGR 1,30%/hari) dibandingkan dengan perlakuan B (18,00 g; 0,60%/hari) dan A (6,60 g; 0,22%/hari). Analisis proksimat menunjukkan peningkatan kandungan protein (36,42%) dan abu (12,35%) pada formulasi dengan tambahan cangkang gonggong. Kelangsungan hidup kepiting tetap tinggi dengan nilai A = 100%, B = 87%, dan C = 93%, sementara tidak terdapat individu yang mengalami molting selama masa penelitian. Secara keseluruhan, suplementasi 10% tepung maggot dan 3% tepung cangkang gonggong mampu meningkatkan pertumbuhan kepiting bakau, namun belum efektif dalam merangsang proses molting.