Konflik dalam rumah tangga merupakan hal yang tidak dapat dihindari, terlebih ketika menyangkut persoalan ekonomi. Salah satu penyebab konflik yang sering terjadi adalah adanya ketimpangan pendapatan antara suami dan istri. Situasi menjadi lebih kompleks apabila istri memiliki penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan suami, sehingga menimbulkan perasaan minder, ego, hingga pergeseran peran dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pasangan suami istri di RT.011 Siak Kecil menyelesaikan konflik akibat perbedaan pendapatan melalui komunikasi yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap dua pasangan suami istri yang mengalami perbedaan penghasilan dalam rumah tangganya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan secara terbuka, teratur, dan empatik mampu meredakan potensi konflik serta menciptakan pemahaman timbal balik di antara pasangan. Strategi komunikasi yang diterapkan mencakup perencanaan komunikasi, manajemen emosi, serta intensitas komunikasi dua arah. Temuan ini sejalan dengan teori Dance Helix yang menyatakan bahwa komunikasi bersifat dinamis dan berkembang, serta teori Disonansi Kognitif yang menekankan pentingnya konsistensi antara sikap dan perilaku dalam relasi interpersonal. Penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan pendapatan bukanlah akar dari konflik, melainkan ketidakefektifan komunikasi yang menjadi pemicunya. Oleh karena itu, membangun komunikasi yang sehat dan efektif menjadi solusi utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.