Penelitian ini bertujuan mengukur dampak metode audio-visual dan permainan tradisional terhadap kemampuan guling Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya penguasaan teknik guling belakang pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Rembang. Rendahnya hasil belajar terutama disebabkan oleh metode pembelajaran yang kurang variatif dan minimnya penggunaan media yang dapat membantu pemahaman gerak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode audio-visual dan permainan tradisional dalam meningkatkan kemampuan guling belakang. Desain penelitian menggunakan One Group Pre-test Post-test Design dengan teknik purposive sampling. Sampel ditentukan berdasarkan jenis kelamin, ketersediaan mata pelajaran senam pada tahun berjalan, rekomendasi guru olahraga, serta kesediaan siswa. Dari total 72 siswa, diperoleh 48 sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penilaian kemampuan guling belakang sebelum dan sesudah perlakuan. Data kemudian dianalisis melalui uji prasyarat, uji hipotesis, serta uji efektivitas untuk mengetahui sejauh mana perlakuan memberikan perubahan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode audio-visual dan permainan tradisional mampu meningkatkan kemampuan guling belakang secara signifikan. Kelas X.9 yang belajar tanpa media justru mengalami penurunan sebesar 5,75 poin (7,44%) dari nilai rata-rata pretest. Sebaliknya, kelas X.10 yang mendapatkan perlakuan mengalami peningkatan sebesar 7,88 poin (10,04%). Perbedaan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media audio-visual dan permainan tradisional lebih efektif terutama pada kelompok siswa dengan kemampuan awal yang lebih rendah dan heterogen. Secara keseluruhan, metode tersebut terbukti memberikan kontribusi positif terhadap pembelajaran senam lantai, khususnya teknik guling belakang.