Rendahnya motivasi berolahraga di kalangan pemuda dapat menimbulkan amotivasi, yang pada akhirnya berdampak pada menurunnya partisipasi serta keberlanjutan program olahraga rekreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati bagaimana motivasi dari dalam dan motivasi dari luar mempengaruhi terjadinya amotivasi dalam aktivitas Fun Football pada pemuda di Kota Semarang. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik. Sampel penelitian terdiri atas 61 pemuda berusia 16–30 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian melalui penyebaran kuesioner Sport Motivation Scale (SMS-28), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan regresi linier berganda. Hasil uji simultan (uji F) menunjukkan nilai F = 8,092 dengan signifikansi 0,001, yang mengindikasikan bahwa motivasi intrinsik dan ekstrinsik berpengaruh signifikan terhadap amotivasi. Secara parsial, motivasi intrinsik terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap amotivasi (t = 2,032; p = 0,047), sedangkan motivasi ekstrinsik tidak menunjukkan pengaruh signifikan (t = -0,451; p = 0,654). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,218 menunjukkan bahwa 21,8% variasi amotivasi dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa dorongan internal, seperti kesenangan dan kepuasan pribadi, memiliki peran penting dalam mengurangi amotivasi pada aktivitas olahraga rekreatif. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengelola dan pembuat kebijakan dalam merancang program Fun Football yang lebih menekankan pada penguatan motivasi intrinsik pemuda, sehingga program dapat berjalan secara lebih efektif dan berkelanjutan.