Djapri, Aurellia Philbertha
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna dan Dinamika Proses Memaafkan pada Pria Dewasa Awal yang Tumbuh Tanpa Kehadiran Ayah Djapri, Aurellia Philbertha; Roswiyani
Jurnal Psikologi Perseptual Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas of Psychology, Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v10i2.13836

Abstract

Fatherless is a prevalent phenomenon in Indonesia, significantly affecting children, especially emerging adults (ages 18-29) undergoing identity crystallization. Losing a father figure leads to feelings of loneliness and a lack of role models in life decisions. This study aims to explore the dynamics of the forgiveness process among emerging adults experiencing Fatherless and loneliness. Ten participants were selected based on loneliness criteria using the University of California Los Angeles Loneliness Scale Version 3 (UCLA) and interviewed with open-ended questions guided forgiveness theory. Data were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) to understand the meaning of participants’ life experiences. The results indicate that all participants experienced loneliness, but only five successfully forgave their fathers. Factors influencing the forgiveness process include the quality of the mother-child relationship, the mother’s perspective on conflicts, and the participants' religiosity. This study concludes that emotional support from the mother and spirituality play crucial roles in facilitating the forgiveness process for emerging adults. Fatherless atau ketidakhadiran ayah merupakan fenomena yang marak terjadi di Indonesia dan berdampak signifikan pada anak, khususnya emerging adult (usia 18–29 tahun) yang berada pada fase kristalisasi identitas. Ketidakhadiran ayah membuat mereka rentan mengalami kesepian dan kehilangan figur teladan dalam menentukan arah hidup. Sepuluh partisipan dipilih berdasarkan tingkat kesepian sedang hingga tinggi yang diukur menggunakan University of California Los Angeles Loneliness Scale Version 3 (UCLA-LS V3), khususnya pada skor ≥ 44 yang menunjukkan loneliness signifikan. Selanjutnya, mereka diwawancarai dengan pertanyaan terbuka yang disusun berdasarkan teori forgiveness dari Enright & the Human Development Study Group, yang menekankan tahapan uncovering, decision, work, dan deepening. Data dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk menggali makna subjektif dari pengalaman hidup partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan mengalami kesepian, namun hanya lima yang berhasil mencapai tahap forgiveness terhadap ayah mereka. Faktor-faktor yang memengaruhi proses forgiveness meliputi kualitas hubungan dengan ibu, sudut pandang ibu terhadap konflik keluarga, serta tingkat religiusitas dan spiritualitas partisipan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan emosional dari ibu dan aspek spiritual berperan penting dalam membantu emerging adults melewati proses forgiveness atas ketidakhadiran figur ayah dalam kehidupan mereka.