Chikita Ramadhani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMAHAMAN KUALITAS GIZI DAN KEHALALAN PROGRAM MBG DALAM PERSPEKTIF MAHASISWA GIZI : TINJAUAN HADIS NABI MUHAMMAD SAW TERHADAP ISU KONTAMINASI DAN PANGAN ULTRA – PROSES Chikita Ramadhani; Farrelio Syafiq; Musthofa Muyassar Firdaus; Mokh Iman Firmansyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3408

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak dan mengurangi kerawanan pangan di Indonesia, dengan tinjauan khusus pada hadis Nabi Muhammad SAW terkait isu kontaminasi dan pangan ultra-proses. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemahaman mahasiswa Gizi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terhadap kualitas gizi dan kehalalan makanan dalam program MBG. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan 53 mahasiswa gizi angkatan 2023–2025 sebagai informan yang dipilih melalui teknik convenience sampling berbasis waktu. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan Google Form dan diskusi kelompok terfokus, kemudian dianalisis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memahami pentingnya kualitas gizi (98,1% paham/sangat paham), meskipun sebagian menilai standar gizi MBG masih perlu ditingkatkan. Sebanyak 94,3% responden menilai aspek kehalalan sangat penting, namun pemahaman terhadap prinsip hadis Nabi SAW masih terbatas (56,6% kurang paham). Tingkat keyakinan bahwa makanan MBG bebas dari kontaminasi bahan haram cukup tinggi (69,8%), meski masih ada keraguan. Dukungan masyarakat terhadap pengawasan ketat kualitas gizi dan kehalalan juga sangat kuat (88,7%), dengan 79,2% responden sangat percaya bahwa makanan halal dan bergizi berdampak positif pada kesehatan fisik dan spiritual. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa aspek gizi dan kehalalan dalam MBG tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga memenuhi tuntunan spiritual sesuai nilai Islam, sehingga diperlukan penguatan pengawasan dan edukasi berbasis agama agar program MBG dapat dijalankan secara optimal dan berkelanjutan.