ABSTRAK Donor darah merupakan salah satu bentuk kegiatan kemanusiaan dengan cara menyumbangkan darah untuk tujuan menyembuhkan suatu penyakit dan memulihkan kesehatan. Oleh karena itu, darah yang diambil harus berasal dari tubuh pendonor yang sehat. Dalam memenuhi jumlah ketersediaan darah sesuai kebutuhan perlu dilakukan kegiatan donor darah secara Mobile Unit. Tujuan penelitian Untuk mengidentifikasi perbedaan kadar hemoglobin pada pendonor sebelum dan sesudah donor darah di Mobile Unit UDD PMI Kabupaten Bojonegoro. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pendonor di Mobile Unit UDD PMI Kabupaten Bojonegoro populasi pendonor 20 orang, sampel 20 responden dengan teknik accidental sampling. Instrumen dengan lembar kuisoner dan hb meter, dilakukan pengolahan data editing, coding, scoring dan tabulating serta analisis data dengan uji Paired sampel T-test. Hasil penelitian dari 20 responden perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah donor darah, sebagian besar mengalami penurunan kadar hemoglobin yaitu sebanyak 20 responden didapatkan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai kadar hemoglobin sebelum dan sesudah. terjadi penurunan yang signifikan kadar hemoglobin pada sampel perempuan, pada pendonor berusia 46-55 tahun, pada pendonor bergolongan darah O. Penelitian menunjukkan pentingnya manajemen kesehatan pasca donor darah untuk memastikan pemulihan total. Langkah-langkah termasuk pemantauan rutin, konsumsi nutrisi yang cukup, dan menjaga hidrasi tubuh. Rehat minimal 8 minggu antara donasi darah direkomendasikan untuk keselamatan donor. Kata Kunci : Donor Darah, Mobile Unit, Hemoglobin ABSTRACT Blood donation is a form of humanitarian activity by donating blood for the purpose of curing an illness and restoring health. Therefore, the blood taken must come from a healthy donor body. In order to meet the amount of blood available as needed, it is necessary to carry out blood donation activities using Mobile Units. The aim of the study was to identify differences in hemoglobin levels in donors before and after blood donation at the UDD PMI Mobile Unit Bojonegoro Regency. The research uses descriptive quantitative analytical methods with a cross sectional approach. The donor population in the UDD PMI Mobile Unit, Bojonegoro Regency, the donor population is 20 people, a sample of 20 respondents using accidental sampling technique. Instruments with questionnaire sheets and HB meters, data processing was carried out by editing, coding, scoring and tabulating as well as data analysis using the paired sample T-test. The results of the research from 20 respondents were differences in hemoglobin levels before and after blood donation, the majority experienced a decrease in hemoglobin levels, namely 20 respondents obtained a significance value (2-tailed) of 0.000, which means there was a significant difference between the hemoglobin level values before and after. There was a significant decrease in hemoglobin levels in female samples, in donors aged 46-55 years, in donors with blood type O. Research shows the importance of post-blood donation health management to ensure complete recovery. Steps include regular monitoring, consuming adequate nutrition, and maintaining body hydration. A minimum break of 8 weeks between blood donations is recommended for donor safety. Keyword : Blood Donation, Mobile Unit, Hemoglobin