Kolaka merupakan salah satu daerah penghasil nikel laterit terbesar di indonesia. Salah satu perusahaan yang menambang endapan nikel di Sulawesi Tenggara yaitu PT. Bumi Karya Makmur. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh produktivitas aktual dan simulasi terhadap nilai fuel ratio alat gali muat dan alat angkut pada pit penambangan. Penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber dalam penentuan nilai fuel rasio yang akan digunakan oleh perusahan atau dapat digunakan sebagai bahan untuk pembelajaran bagi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan observasi langsung di lapangan. Adapun produktivitas alat gali muat overburden sebesar 85.659,78 Ton/bulan, produksi alat gali muat ore sebesar 55.638,62 Ton/bulan dan 55.651,28 Ton/bulan, produksi alat angkut overburden sebesar 164.734,51 Ton/bulan, produksi alat angkut ore sebesar 69.962,07 Ton/bulan, dan produksi alat angkut barging sebesar 62.525,34 Ton/bulan. Fuel consumption alat gali muat overburden sebanyak 26,65 liter/jam, alat gali muat ore sebanyak 17,42 liter/jam 14,73 liter/jam, fuel consumption alat angkut overburden sebanyak 20,96 liter/jam, alat angkut ore sebanyak 8,62 liter/jam, dan alat angkut barging sebanyak 9,37 liter/jam. Nilai fuel ratio produksi ore sebesar 0,38 liter/ton, produksi overburden 0,16 liter/ton, dan 0,48 liter/ton untuk kegiatan barging. untuk melanjutkan penelitian ini, peneliti selanjutnya dapat mengambil beberapa judul seperti efisiensi kerja alat mekanis, faktor yang mempengaruhi nilai fuel rasio, optimasi penggunaan bahan bakar dan perbandingan nilai fuel rasio alat mekanis