Transformasi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah lanskap praktik akuntansi biaya secara fundamental. Namun, pemahaman yang komprehensif mengenai dampaknya dalam konteks Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak transformasi digital dan AI terhadap praktik akuntansi biaya di perusahaan Indonesia, yang meliputi pengaruhnya terhadap akurasi dan efisiensi, perubahan peran dan kompetensi akuntan biaya, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) dengan menganalisis 14 artikel jurnal yang dipublikasikan pada periode 2024–2025 dan relevan dengan transformasi digital, AI, serta praktik akuntansi biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital dan AI memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan akurasi dan efisiensi praktik akuntansi biaya melalui otomasi proses, analisis prediktif, dan pelaporan real-time. Penelitian ini juga mengidentifikasi adanya pergeseran peran akuntan biaya, dari sekadar pencatat data menjadi strategic business partner, dengan kompetensi baru yang mencakup data analytics, interpretasi teknologi, dan strategic thinking. Faktor-faktor kritis keberhasilan implementasi meliputi kesiapan infrastruktur teknologi, kompetensi sumber daya manusia, budaya organisasi yang mendukung inovasi, serta manajemen risiko yang efektif. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan berupa kesenjangan keterampilan (skill gap), resistensi terhadap perubahan, serta ketidaksesuaian antara ketersediaan teknologi dan kemampuan implementasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui integrasi Technology Acceptance Model (TAM) dengan Cost Accounting Theory dalam konteks penerapan AI, serta kontribusi praktis berupa rekomendasi strategis bagi perusahaan, profesi akuntan, lembaga pendidikan, dan regulator dalam menghadapi transformasi digital pada praktik akuntansi biaya.