wahyudi, djoko -
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Putaran Agigator terhadap Temperatur dan Energi Perpindahan Panas Water Jacket dan Tangki Reaktor wahyudi, djoko -
DINAMIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 10, No 2 (2025): Dinamika : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Teknik Mesin Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/dinamik.v10i2.9863

Abstract

Pemurnian merupakan tahapan penting untuk memisahkan etanol dari cairan hasil fermentasi (fermentation broth) alkohol. Proses ini mencakup pemurnian dan dehidrasi guna menghasilkan etanol murni yang dapat digunakan sebagai bahan bakar atau campuran bahan bakar bensin. Suhu merupakan salah satu faktor kunci dalam proses pemurnian bioetanol di dalam reaktor. Efek dari suhu dapat mempengaruhi berbagai aspek proses pemurnian, termasuk efisiensi, selektivitas, reaksi kinetika, dan kualitas produk akhir. Proses pemurnian etanol memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai perpindahan panas dalam reaktor, khususnya perpindahan panas melalui konduksi dan konveksi. Untuk mengoptimalkan proses pemurnian serta meningkatkan kadar etanol hasil pemurnian dengan menggunakan reaktor berkapasitas 20 liter dan konsentrasi awal etanol 70%, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana perpindahan panas terjadi dalam reaktor dan bagaimana pengaruhnya terhadap hasil pemurnian etanol. Hasil pengujian menunjukkan bahwa etanol yang digunakan mengalami deviasi dari standar SNI, khususnya pada parameter densitas dan titik nyala, yang menandakan kemurnian etanol kurang optimal. Hal ini penting dicermati dalam konteks perpindahan panas karena viskositas menentukan resistansi aliran internal, densitas memengaruhi konduktivitas termal volumetrik, titik nyala relevan untuk keselamatan dan efisiensi termal dalam sistem yang bersinggungan dengan pemanasan. Karakteristik etanol yang tidak memenuhi standar bisa menjelaskan fenomena penurunan efisiensi konveksi pada grafik sebelumnya, terutama pada pengadukan 30 rpm, yang seharusnya meningkatkan efisiensi tapi justru menurunkan nilai energi konveksi secara signifikan