Gagal jantung kongestif (CHF) merupakan masalah kardiovaskular utama dengan morbiditas dan mortalitas tinggi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Kondisi ini sering menimbulkan komplikasi berupa efusi pleura, yang memperberat sesak napas dan berdampak negatif pada kualitas hidup pasien. Berbagai studi menunjukkan bahwa CHF merupakan penyebab tersering efusi pleura dan keberadaannya berhubungan dengan derajat keparahan penyakit serta prognosis yang lebih buruk. Pemeriksaan radiologis, khususnya foto toraks, menjadi modalitas penting untuk mendeteksi efusi pleura dan kelainan lain terkait CHF karena mudah diakses dan memberikan informasi diagnostik awal yang berperan dalam penatalaksanaan. Untuk Mengetahui gambaran foto toraks pada pasien gagal jantung kongestif dengan efusi pleura di RS R. D. Kandou periode Februari 2024 – Februari 2025. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan data sekunder berupa rekam medik di RS R. D. Kandou Manado. Pasien gagal jantung kongestif dengan efusi pleura di RS R. D. Kandou selama periode Februari 2024 – Februari 2025 dengan 93 sampel didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (52,7%), dan kelompok usia >65 tahun (43,0%), gambaran foto toraks lokasi efusi pleura terbanyak adalah bilateral (43,0%) dan kardiomegali (77,4%). Pasien gagal jantung kongestif dengan efusi pleura ditemukan mayoritas terjadi pada jenis kelamin laki-laki, berada pada kelompok usia manula (>65 tahun), lokasi efusi pleura berada pada bilateral dan didapatkan kardiomegali.