Aktivitas fisik dan kualitas tidur merupakan elemen penting bagi kesehatan remaja, namun keduanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk moda transportasi menuju sekolah. Bukti ilmiah di Indonesia terkait kontribusi moda transportasi terhadap aktivitas fisik dan kualitas tidur masih terbatas. Mengetahui hubungan antara moda transportasi ke sekolah dengan tingkat aktivitas fisik dan kualitas tidur siswa SMA di Jawa Barat, serta menilai hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang pada siswa SMA yang dipilih secara convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring mencakup karakteristik demografi, moda transportasi, aktivitas fisik, dan kualitas tidur. Analisis hubungan dilakukan menggunakan Fisher’s Exact Test. Sebagian besar siswa menggunakan moda transportasi bermotor dan memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah hingga sedang. Kualitas tidur juga cenderung buruk (62,1%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara moda transportasi dengan aktivitas fisik maupun kualitas tidur (p = 1,000). Selain itu, tidak ditemukan hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur (p = 1,000). Faktor eksternal seperti penggunaan gawai, tekanan akademik, dan kebiasaan tidur larut kemungkinan lebih berperan dibandingkan moda transportasi. Moda transportasi tidak terkait dengan aktivitas fisik maupun kualitas tidur siswa SMA di Jawa Barat. Intervensi peningkatan kesehatan remaja sebaiknya difokuskan pada edukasi sleep hygiene, manajemen penggunaan gawai, dan program peningkatan aktivitas fisik yang lebih terstruktur. Penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar dan pengukuran objektif aktivitas fisik diperlukan untuk memperkuat temuan ini