Kasus kekerasan seksual pada anak yang terus meningkat di Indonesia menuntut adanya intervensi preventif yang dimulai sejak usia dini, khususnya melalui Pendidikan Seksual (Body Safety). Implementasi di lembaga PAUD/TK menghadapi tantangan signifikan, yaitu minimnya media pembelajaran yang inovatif dan tingkat kesiapan pendidik (guru) yang masih beragam. Media digital interaktif, seperti game edukasi, menawarkan solusi yang selaras dengan prinsip belajar anak usia dini. Narrative Literature Review (NLR) ini bertujuan untuk mensintesis temuan-temuan terkait efektivitas dan tantangan implementasi permainan edukasi atau media digital interaktif dalam meningkatkan pemahaman body safety pada anak usia dini, serta menganalisis implikasinya terhadap upaya pencegahan Child Sexual Abuse (CSA) dalam konteks Indonesia. Tinjauan literatur dilakukan dengan metode naratif (Narrative Review). Pencarian literatur dilakukan melalui database akademik (Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, SINTA) menggunakan Boolean Operator yang mengombinasikan konsep anak usia dini, media digital, body safety, dan efektivitas. Empat artikel utama dipilih karena kemampuannya secara sinergis membahas efektivitas kuantitatif dan tantangan implementasi lokal. Sintesis dari literatur menunjukkan bahwa penerapan aplikasi game edukasi terbukti efektif secara kuantitatif dalam meningkatkan pengetahuan anak mengenai pendidikan seks dan identifikasi bagian tubuh. Namun, efektivitas ini dihadapkan pada dua tantangan utama: kesenjangan metode yang menyebabkan rendahnya pemahaman anak, dan pengetahuan, sikap, serta persepsi pendidik yang heterogen mengenai topik tersebut. Peningkatan pemahaman yang didukung oleh media interaktif ini berkorelasi positif dengan potensi anak untuk memiliki keberanian dalam melaporkan (disclosure) kasus kekerasan. Game edukasi merupakan alat yang layak (feasible) dan efektif untuk meningkatkan pemahaman body safety anak usia dini di Indonesia. Keberhasilan implementasi jangka panjang sangat bergantung pada penguatan kesiapan dan pelatihan pendidik serta pengembangan media yang terstandarisasi untuk mengatasi tantangan yang ada.