Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendekatan Forensik dalam Kasus Kekerasan terhadap Anak: Systematic Review atas Bukti Klinis, Mediko-legal, dan Yuridis Global Maulana Yusuf Ismail Ismail; Annisa Zhafirah Ramadani Zhafirah; M.Rasyah Ampurama Ruslan; Khaerani Arsya Dzakira; Jesica Maelani Putri
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 11 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i11.32578

Abstract

Kekerasan terhadap anak (child abuse) merupakan masalah global yang berdampak luas terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial anak. Penegakan diagnosis dan pembuktian hukum sering kali menghadapi tantangan akibat kurangnya bukti spesifik, keterbatasan teknologi, serta perbedaan standar antara dunia medis dan yudisial. Oleh karena itu, kajian literatur diperlukan untuk memahami praktik terbaik dalam identifikasi dan penanganan kasus kekerasan anak dari berbagai aspek klinis dan forensik. Review ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis temuan dari delapan jurnal ilmiah yang membahas evaluasi klinis, teknik wawancara forensik, teknologi pencitraan, dan aspek hukum dalam kasus kekerasan terhadap anak. Penelusuran dilakukan terhadap delapan artikel ilmiah yang mencakup panduan klinis, tinjauan sistematis, laporan kasus, dan studi yudisial. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan menyoroti tujuan, metode, hasil, serta keterbatasan masing-masing studi, kemudian disintesis untuk menemukan tema-tema utama dan kesenjangan pengetahuan. Hasil review menunjukkan bahwa: (1) protokol multidisipliner dan penggunaan panduan klinis seperti rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) sangat penting dalam evaluasi fraktur anak; (2) protokol wawancara forensik berbasis bukti, khususnya model NICHD, terbukti meningkatkan akurasi kesaksian korban anak; (3) tidak ada satu tanda klinis yang patognomonik untuk kekerasan tanpa bukti pendukung; (4) teknologi pencitraan seperti micro-computed tomography (micro-CT) memperkuat analisis forensik kasus fatal; dan (5) kesenjangan antara bukti medis dan putusan hukum masih menjadi tantangan besar, terutama di negara dengan sumber daya terbatas. Kekerasan terhadap anak memerlukan penanganan berbasis bukti dengan pendekatan multidisipliner yang melibatkan tenaga medis, forensik, dan hukum. Diperlukan pelatihan berkelanjutan, standardisasi protokol evaluasi dan wawancara, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan perlindungan anak yang efektif dan pembuktian hukum yang lebih kuat.