Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETERMINAN “FINANCIAL STATEMENT FRAUD”: KOMITE AUDIT SEBAGAI PEMODERASI Ardianingsih, Arum; Sagita, Wulan Ayu
Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Januari 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jumansi.v8i1.7489

Abstract

Latar belakang: Kecurangan dapat terjadi apabila perusahaan lengah dalam pengendalian dan pengawasan internal. Upaya meminimalkan dampak kecurangan melalui implementasi corporate governance. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ukuran dewan komisaris, dewan komisaris independen, frekuensi rapat direksi dan gender direksi terhadap kecurangan laporan keuangan. Selain itu, penelitian juga menganalisis komite audit dalam memperkuat pengaruh ukuran dewan komisaris, dewan komisaris independent, frekuensi rapat direksi dan gender direksi terhadap kecurangan laporan keuangan. Metode penelitian: Pendekatan penelitian adalah kuantitatif eksplorasi. Penelitian ini menggunakan data sekunder atas laporan keuangan auditan dari perusahaan property dan real estate. Total data penelitian yang digunakan adalah 100. Periode pengamatan penelitian adalah tahun 2019 sampai dengan 2023. Teknik analisis adalah model fit dan regresi logistik moderasi. Hasil penelitian: Hasil penelitian adalah pertama, ukuran dewan komisaris, dewan komisaris independen, dan gender direksi tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Kedua, frekuensi rapat direksi memiliki pengaruh negative terhadap kecurangan laporan keuangan. Ketiga, komite audit memperkuat pengaruh ukuran dewan komisaris dan frekuensi rapat direksi terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian tidak mampu mendapatkan bukti bahwa komite audit memperkuat pengaruh dewan komisaris independen dan gender direksi terhadap kecurangan laporan keuangan. Kesimpulan: Implementasi corporate governance dilakukan dengan memastikan struktur dan prinsip ada dan dijalankan di perusahaan. Kontribusi penelitian adalah penggunaan teori keagenan mampu menjelaskan faktor yang meminimalkan munculnya kecurangan. Selain itu, kontribusi praktis adalah perusahaan harus lebih optimal dalam menjalin komunikasi dan koordinasi antara dewan komisaris, dewan komisaris independen, direksi dan komite audit.