Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA KELEMBAGAAN EKONOMI ISLAM DI BRUNEI DARUSSALAM DAN PRANCIS BAGI REFLEKTIF PENGEMBANGAN EKOSISTEM EKONOMI ISLAM INDONESIA Yusra, Yusra Aristo; Luthfi Alifa, Naufal
AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics Vol. 3 No. 02 (2025): AB-JOIEC
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61553/abjoiec.v3i02.923

Abstract

Kelembagaan ekonomi Islam memiliki peran krusial dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, terutama di negara dengan populasi Muslim besar seperti Indonesia. Penelitian ini penting karena memberikan analisis komparatif antara Brunei Darussalam, yang memiliki kelembagaan kuat dengan regulasi terintegrasi, dan Prancis, yang menghadapi hambatan sekuler, sehingga menawarkan pembelajaran strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi Islam di Indonesia. Signifikansi penelitian ini terletak pada kontribusi akademis dalam memperkaya literatur kelembagaan ekonomi Islam dengan perspektif komparatif, serta praktis bagi pembuat kebijakan, pelaku industri, dan UMKM untuk mendorong inovasi, transparansi, dan keberlanjutan ekonomi syariah dalam konteks global. Masalah penelitian mencakup identifikasi profil geografis, demografis, dan perekonomian Brunei serta Prancis yang memengaruhi dinamika kelembagaan ekonomi Islam; analisis tantangan seperti kurangnya literasi syariah di Brunei dan regulasi sekuler di Prancis; serta refleksi pembelajaran untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan Indonesia, termasuk integrasi regulasi nasional dengan standar internasional dan peningkatan kapasitas SDM. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi komparatif dan deskriptif, menggunakan data sekunder dari sumber empiris seperti IMF, World Bank, dan literatur akademik. Temuan awal menunjukkan Brunei memiliki kelembagaan ekonomi Islam yang efektif melalui penguatan pasar modal syariah dan inovasi digital, dengan aset syariah mencapai USD 15 miliar pada 2022, sementara itu Prancis terbatas oleh hambatan konstitusional, dengan pangsa syariah hanya 0,1% dari pasar keuangan Eropa. Strategi potensial meliputi harmonisasi regulasi dan edukasi SDM untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga 60% dalam konteks yang serupa. Penelitian ini merekomendasikan model adaptif bagi Indonesia untuk mencapai PDB dengan potensi keuangan syariah mencapai USD 3 triliun, dengan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui ekosistem syariah yang inklusif dan inovatif.
Islamic Economic Institutions’ Dynamics in Muslim and Non-Muslim Countries: Comparison of Morocco and Australia Ash Shayiim, Muhammad; Luthfi Alifa, Naufal
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Islamic Economics and Finance
Publisher : Athallah Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/al-mudayanah.v1i2.67

Abstract

Studies on Islamic economic institutions have developed significantly as part of the discourse on alternative and inclusive economic systems. However, in practice, many obstacles remain in implementing Sharia principles amid digital transformation and global institutional dynamics. This research aims to comparatively analyze Islamic economic institutions in Morocco and Australia, focusing on institutional structures, regulations, and the socio-economic contexts that influence the performance and sustainability of these institutions. The research employs a quantitative method with a comparative approach between the two countries, using purposive sampling of Islamic economic institutions that have operated for at least five years and publish verified reports. Data were collected from secondary documentation and analyzed through descriptive statistics, mean difference tests, and variable correlation analysis. The findings indicate that the success of Islamic economic institutions is strongly influenced by national contexts and institutional systems. Morocco adopts a top-down institutional model integrated into state regulations, while Australia relies on community-driven innovation within a regulatory framework that remains unspecific. Therefore, Indonesia can strengthen its Islamic finance ecosystem by combining robust regulations with market-based innovations.