Rumah sakit berperan vital dalam menyediakan layanan kesehatan, salah satunya pencegahan kebutaan melalui pelayanan vitreo retina. Pada tahun 2024, kunjungan pasien rawat jalan di Rumah Sakit XX Jawa Timur terus mengalami fluktuasi yang menunjukkan esksistensi hubungan faktor aksesibilitas dan keterjangkauan biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor accessibility dan affordability dengan pemanfaatan layanan rawat jalan vitreo retina. Desain penelitian yang diaplikasikan ialah deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian terdiri atas 14.723 pasien rawat jalan vitreo retina dikaji berdasarkan data tahun 2025, dengan sampel sebanyak 90 responden yang dihitung menggunakan formula Slovin dan random sampling. Data dihimpun melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan uji koefisien phi. Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel accessibility dinilai baik berkat dukungan teknologi digital dan transportasi online, sedangkan variabel affordability dinilai sesuai melalui penerimaan berbagai jenis asuransi, meski sebagian responden menilai waktu tunggu belum optimal. Mayoritas pasien menyatakan bersedia memanfaatkan kembali layanan, sementara lainnya enggan karena jarak tempat tinggal yang jauh. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara accessibility (p=0,002) dan affordability (p=0,000) dengan pemanfaatan layanan vitreo retina. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa kemudahan akses dan keterjangkauan biaya menjadi faktor utama dalam pemanfaatan layanan, dengan implikasi perlunya optimalisasi sarana akses serta manajemen pelayanan rumah sakit.