Permatasari, Pradita Dwi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Komunikasi Politik Kebijakan Redenominasi Rupiah Menkeu Purbaya dan Respon Publik Digital PERMATASARI, PRADITA DWI
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.2973

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi politik mengenai kebijakan redenominasi rupiah yang akan dilakukan di Indonesia oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta respon publik di dunia digital. Analisis ini menggunakan metode kualitatif interpretative dengan pendekatan Analisis wacana Krisis (Critical Discourse Analysis/CDA) oleh Norman Fairclough. Beberapa post dari media sosial dipilih secara purposive dan dianalisis pada tiga dimensi Analisis Wacana Krisis, yakni: analisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini memiliki dampak positif, seperti manfaat kemudahan transaksi, peningkatan kepercayaan publik, sekaligus menemukan tantangan komunikasi yang menimbulkan kebingungan. Respon publik digital pun bervariasi, mencerminkan dukungan juga skeptisme (rasa kawatir) terhadap penerapan kebijakan tersebut. Sehingga visualisasi melalui media sosial ini menghasilkan narasi dominan dan pro kontra yang mencerminkan ketegangan sosial politic di ranah digital. Penelitian ini berkontribusi pada penelitian komunikasi politik dengan mengintegrasikan analisis wacana visual yang lebih kritis menggunakan teori serta menawarkan wawasan baru mengenai symbol, platform media sosial membentuk opini baru melalui respon-respon publik yang diberikan secara kolektif. Penelitian ini menekankan pula pentingnya strategi komunikasi yang jelas, efektif, partisipatif dalam sosialisasi kebijakan guna membangun kepercayaan publik. Dengan demikian maka kebijakan redenominasi rupiah dapat dipahami sebagai hasil praktif diskursif yang mempengaruhi penerimaan (respon) masyarakat terhadap kebijakan tersebut.