ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi kekayaan budaya Banten yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber daya ekonomi kreatif karena keterbatasan infrastruktur digital, keterbatasan kapasitas pelaku kreatif, dan kebijakan pemerintah daerah yang belum terintegrasi dengan baik. Studi ini bertujuan merumuskan strategi berkelanjutan dengan menganalisis peran teknologi digital dan dukungan pemerintah daerah. Dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, hasil penelitian menunjukkan adanya tren positif pertumbuhan ekonomi kreatif di Banten. Strategi yang diperlukan mencakup pemanfaatan digital untuk pemasaran dan inovasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kebijakan pemerintah yang mendukung melalui regulasi, fasilitasi, dan perlindungan kekayaan intelektual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi multi-stakeholder diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pelestarian budaya yang berkelanjutan. ABSTRACT This research is motivated by the potential of Banten's cultural wealth which has not been optimally utilized as a creative economic resource due to limited digital infrastructure, limited capacity of creative actors, and regional government policies that have not been well integrated. It aims to formulate sustainable strategies by examining the role of digital technology and local government support. Using a qualitative approach involving interviews, observations, and document analysis, the findings reveal a positive growth trend in Banten's creative economy. Necessary strategies include digital utilization for marketing and innovation, human resource capacity building, and supportive government policies through regulation, facilitation, and intellectual property protection. The study concludes that multi-stakeholder collaboration is essential to achieve sustainable economic growth, job creation, and dynamic cultural preservation.