Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, terutama akibat pertumbuhan penduduk yang pesat dan laju urbanisasi yang terus meningkat. Pulau Jawa tercatat sebagai penyumbang sampah terbesar dengan total timbulan mencapai 13,46 juta ton. Peningkatan volume sampah serta praktik pembakaran yang berlangsung secara terusmenerus dapat menimbulkan risiko kesehatan dan menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit. Sistem informasi geografis melalui pemetaan dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi dan memetakan wilayah-wilayah yang terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan pengelolaan sampah serta memetakan area berisiko terkait timbulan dan pembakaran sampah di Desa Jelun, Banyuwangi. Pendekatan yang digunakan adalah metode observasional mixed method, yaitu metode kualitatif melalui Focus Group Discussion untuk menggali informasi terkait masalah pengelolaan sampah, dan metode kuantitatif untuk memperoleh data persentase timbulan serta lokasi pembakaran sampah dengan bantuan aplikasi GPS Essential dan Quantum GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama dalam pengelolaan sampah disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat serta ketiadaan lahan pembuangan yang memadai. Pemetaan menghasilkan 76 titik koordinat yang menunjukkan lokasi timbulan dan pembakaran sampah, yang berpotensi menyebabkan banjir akibat tersumbatnya aliran sungai saat hujan. Oleh karena itu, dibutuhkan kesinambungan program pengelolaan, serta perluasan cakupan pengumpulan data yang terintegrasi dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat serta petugas kebersihan.