Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH ENSO TERHADAP VARIABILITAS CURAH HUJAN DAN KLOROFIL-A DI PERAIRAN PULAU LAUT Istna Nabila Zulfa; Zulfa, Istna Nabila
JKP - Jurnal Kelautan dan Pesisir Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kelautan dan Pesisir
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FIPAK, Universitas OSO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Pulau Laut memiliki potensi sumber daya laut dan kelautan yang cukup besar. Perairan di gugusan Pulau Laut telah dikaji untuk kelayakan budidaya laut (karamba, jaring apung) berdasarkan parameter oseanografi dan kimia perairan. Kawasan pesisir dan pulau kecil seperti Pulau Laut juga dilihat sebagai calon lokasi pengembangan ekowisata bahari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) terhadap variabilitas curah hujan dan konsentrasi klorofil-a di wilayah perairan Pulau Laut. Kajian ini tergolong baru, mengingat belum banyak studi sebelumnya yang secara spesifik membahas hubungan antara ENSO, curah hujan, dan klorofil-a di kawasan ini. Penelitian ini menggunakan data observasi berbasis satelit. Curah hujan dan klorofil yang dianalisis mencakup rentang waktu 16 tahun, yaitu dari 2007 hingga 2022, Data curah hujan tersebut diambil dari Global Satellite Measurement of Precipitation (GSMaP) yang tersedia melalui JAXA Global Rainfall Watch dengan resolusi spasial 0,10°. Data konsentrasi klorofil-a diperoleh dari produk Ocean Color CCI (OC-CCI) Level 3 Standard (L3S) yang disediakan oleh Marine Copernicus. Metode penelitian mengacu pada pendekatan kuantitatif sebagaimana dijelaskan oleh, di mana data numerik dianalisis secara statistik dan ditampilkan melalui grafik serta peta sebagai bentuk visualisasi. Seluruh data suhu, angin, klorofil, dan curah hujan diolah secara spasial menggunakan perangkat lunak IDL (Interactive Data Language). Analisis hubungan ENSO terhadap curah hujan dan klorofil-a di perairan Pulau Laut menunjukkan bahwa pada musim barat tidak terdapat hubungan signifikan antara ENSO dan curah hujan, ditunjukkan oleh nilai p sebesar 0,595 (>0,05) dengan korelasi -0,079 yang mencerminkan hubungan negatif sangat lemah. Pada musim timur hubungan tersebut menjadi signifikan, dengan p-value 0,008 dan korelasi -0,378, yang mengindikasikan bahwa semakin kuat El-Nino, curah hujan cenderung menurun. Pada musim barat terdapat hubungan signifikan dengan p-value 0,000 (<0,05) dan korelasi -0,525. Hal ini menandakan bahwa pada musim barat, peningkatan ENSO (mengarah ke El-Nino) berasosiasi dengan penurunan konsentrasi klorofil-a dengan kekuatan hubungan sedang. ENSO tidak berpengaruh signifikan terhadap curah hujan di Pulau Laut pada musim barat, tetapi memiliki pengaruh signifikan pada musim timur karena curah hujan menurun saat El-Nino menguat. Untuk klorofil-a pada saat ENSO justru menunjukkan pengaruh signifikan pada musim barat, di mana konsentrasinya menurun saat El-Nino meningkat, sementara pada musim lain pengaruhnya tidak konsisten.