Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada kelompok lanjut usia dan sering disebut sebagai silent killer karena tidak menimbulkan gejala khas namun dapat menyebabkan komplikasi fatal seperti stroke dan penyakit jantung. Rendahnya pengetahuan lansia mengenai hipertensi menjadi faktor penghambat dalam upaya pencegahan dan pengendalian tekanan darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia tentang pencegahan hipertensi melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi pola makan sehat rendah garam, serta latihan fisik ringan. Kegiatan diikuti oleh 30 lansia di Kelurahan Pasir Bidang, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah pada bulan Oktober 2025. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan lansia dari 40% menjadi 90% setelah edukasi diberikan. Lansia juga menunjukkan perubahan sikap positif terhadap gaya hidup sehat, seperti mengurangi asupan garam, rutin memeriksa tekanan darah, dan melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan. Kesimpulannya, edukasi kesehatan dengan metode interaktif terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia dalam pencegahan hipertensi. Kata kunci: Edukasi kesehatan, Lansia, Hipertensi ABSTRACT Hypertension is one of the most common non-communicable diseases among the elderly and is often referred to as a silent killer because it shows no specific symptoms yet can lead to fatal complications such as stroke and heart disease. The low level of knowledge among the elderly regarding hypertension remains a major barrier to prevention and blood pressure control. This community service activity aimed to improve the knowledge and awareness of the elderly about hypertension prevention through health education. The methods used included interactive lectures, group discussions, demonstrations of low-salt healthy diets, and light physical exercises. The activity was attended by 30 elderly participants in Pasir Bidang Village, Sarudik Sub-district, Central Tapanuli Regency, in October 2025. Evaluation was conducted through pre-test and post-test to assess changes in participants’ knowledge levels. The results showed a significant improvement in knowledge from 40% before to 90% after the educational session. Participants also demonstrated positive behavioral changes, such as reducing salt intake, regularly checking blood pressure, and performing physical activity according to their ability. In conclusion, interactive health education effectively increased the elderly’s knowledge and awareness in preventing hypertension. Keywords: Health education, Elderly, Hypertension