Ibu rumah tangga memiliki peran strategis sebagai komunikator utama dalam keluarga sekaligus sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat, sehingga kemampuan komunikasi lisan yang efektif menjadi kebutuhan yang relevan, khususnya dalam kegiatan PKK, rapat RW, dan forum warga, namun hasil observasi awal di lingkungan RW Cipinang Timur menunjukkan bahwa sebagian ibu rumah tangga masih mengalami kendala dalam public speaking, seperti rendahnya kepercayaan diri, penyampaian pesan yang belum runtut, artikulasi dan intonasi yang kurang jelas, serta penggunaan bahasa tubuh yang belum optimal, sehingga berdampak pada rendahnya partisipasi aktif dalam forum komunikasi masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas komunikasi ibu rumah tangga melalui pelatihan public speaking dasar yang dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan pembelajaran orang dewasa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan materi, simulasi, dan praktik berbicara di depan umum, serta evaluasi melalui observasi langsung dan refleksi peserta. Indikator evaluasi disusun berdasarkan konsep public speaking yang dikemukakan oleh Lucas, yang menekankan aspek kepercayaan diri pembicara, struktur penyampaian pesan, kualitas vokal (artikulasi dan intonasi), serta penggunaan bahasa tubuh. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan public speaking peserta, dengan rata-rata skor meningkat dari kategori cukup pada pra kegiatan menjadi kategori baik hingga sangat baik pada pasca kegiatan, terutama pada aspek kepercayaan diri dan bahasa tubuh. Dengan demikian, pelatihan public speaking dasar ini menjadi langkah awal yang efektif dalam meningkatkan kapasitas komunikasi lisan ibu rumah tangga serta memperkuat partisipasi sosial mereka di lingkungan RW Cipinang Timur.