Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN PENETAPAN KADAR KANDUNGAN MERKURI (HG) DAN TIMBAL (PB) PADA SAMPEL BIOLOGIS (URIN, DARAH, ASI) DAN PRODUK KRIM KOSMETIK MENGGUNAKAN METODE ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY (AAS) Maharani, Fania Putri Wiba; Nadhifah, Tita Amalya; Febiyano, Axelando Carlos; Roykhatustita, Erlyana Nova; Kassang, Ananda Syalomita; Khusna, Khafida Azida Ulil; Salsabila, Naswa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kandungan serta toksisitas merkuri (Hg) dalam sampel biologi seperti darah, rambut, urin, dan ASI serta produk krim kosmetik menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review dengan pengumpulan artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2015–2025, diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa AAS, termasuk pengembangannya seperti Cold Vapor AAS (CV-AAS) untuk merkuri dan Graphite Furnace AAS (GF-AAS) untuk timbal, banyak digunakan karena memiliki sensitivitas, selektivitas, dan akurasi yang baik terhadap berbagai matriks sampel. Pada sampel biologis, metode CV-AAS dan FI-CV-AAS memberikan batas deteksi yang sangat rendah untuk analisis merkuri, sedangkan GF-AAS efektif untuk penentuan timbal pada konsentrasi jejak. Sementara itu, sebagian besar penelitian pada krim pemutih wajah menunjukkan kandungan merkuri yang melebihi atau tidak memenuhi ketentuan regulasi, meskipun beberapa berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa AAS merupakan metode yang paling umum dan aplikatif dalam analisis Hg dan Pb pada sampel biologis dan kosmetik karena prosedur yang relatif sederhana, waktu analisis yang cepat, serta kinerja analitik yang memadai.
Determination of Total Flavonoid Content and antibacterial activity of Nanogel combination of Red Betel Leaf and Tapak Liman Marwa, Hanun Aishy; Prins, Nadine Ayu Syaima Gustaf; Imanita, Alliva Ro'ain Abbiyu; Maharani, Fania Putri Wiba; Dinurrosifa, Rahmawati Salsa
JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia) Vol 11, No 1 (2026): JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia)
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkpk.v11i1.109637

Abstract

Flavonoids are secondary metabolites with antioxidant, antibacterial, and anti-inflammatory properties. This study aimed to determine the total flavonoid content of red betel (Piper crocatum) and tapak liman (Elephantopus scaber L.) extracts and to formulate them into nanogel preparations. Extraction was carried out by maceration using 70% ethanol, and total flavonoid content was measured by UV-Vis spectrophotometry with quercetin as the standard. The results showed that red betel extract contained the highest flavonoid level (75.15 ± 0.55 mg QE/g), while tapak liman extract had 22.10 ± 0.25 mg QE/g. The combined nanogel formulations contained 39.66–40.30 mg QE/g of flavonoids and met topical preparation standards, with Formula 2 showing the most optimal characteristics (particle size ±255 nm, physiological pH, good homogeneity). Antibacterial testing confirmed that all formulas inhibited Staphylococcus aureus, with Formula 3 exhibiting the strongest activity. These findings indicate that red betel and tapak liman extracts can be successfully developed into nanogel formulations as promising modern herbal preparations.