Penelitian ini berangkat dari proses kreatif penyutradaraan film Kita, dan Kaki-kaki yang Terluka yang berupaya menangkap denyut kehidupan masyarakat marginal Jakarta melalui kacamata Neorealisme Italia. Dengan menempatkan elemen mise-en-scène—khususnya waktu, ruang kota, dan ketegangan konflik—sebagai pusat eksplorasi, film ini memanfaatkan lokasi nyata dan ritme keseharian untuk menghadirkan potret kemiskinan struktural dan siklus penyakit yang diwariskan lintas generasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keputusan penyutradaraan yang berorientasi pada setting dapat membuka lapisan-lapisan sosial yang kerap tersembunyi, sekaligus memperkuat pendekatan realisme sosial dalam produksi film fiksi pendek