Perkembangan pariwisata di Ubud mempengaruhi aspek-aspek kehidupan masyarakat lokal, salah satu nya perilaku. Perubahan perilaku masyarakat dapat terjadi apabila ada rangsangan external seperti perkembangan pariwisata ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perkembangan pariwisata terhadap perubahan sikap masyarakat di Ubud dengan menggunakan pendekatan teori Irritation Index (Doxey) sebagai kerangka analisis utama. Teori ini mengklasifikasikan respons masyarakat lokal terhadap pertumbuhan pariwisata ke dalam empat tahapan: euforia, apati, iritasi, dan antagonisme. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Ubud mengalami perubahan sikap akibat perkembangan pariiwsata. Hasil observasi lapangan menunjukan tanda-tanda Ubud berada pada fase apathy, namun hasil wawancara key informant menunjukan tanda-tanda Ubud berada pada fase euphoria. Faktor-faktor yang memengaruhi perubahan sikap meliputi ketimpangan manfaat ekonomi, degradasi budaya lokal, serta meningkatnya beban infrastruktur dan lingkungan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan partisipatif guna meminimalisasi dampak negatif terhadap masyarakat lokal. The development of tourism in Ubud has influenced various aspects of local community life, one of which is behavior. Changes in community behavior can occur when there are external stimuli such as the development of tourism. This study aims to examine the impact of tourism development on changes in community attitudes in Ubud using the Irritation Index (Doxey) theory as the main analytical framework. This theory classifies the local community's response to tourism growth into four stages: euphoria, apathy, irritation, and antagonism. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentary studies. The results of the study indicate that the community in Ubud has experienced changes in attitude due to tourism development. Field observations show signs that Ubud is in the apathy phase, but interviews with key informants indicate signs that Ubud is in the euphoria phase. Factors influencing attitude changes include economic inequality, degradation of local culture, and increased infrastructure and environmental burdens. These findings indicate the importance of sustainable and participatory tourism management to minimize negative impacts on local communities.