S , Mazaya Bilqiis Deswynand
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN EDUKASI PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) KEPADA KELUARGA DI DESA TROSEMI, KECAMATAN GATAK, KABUPATEN SUKOHARJO Widyatmoko , Yudha Pratama; Maulana, M. Daffa Qory; Andieni , Nayla Kamila; Fadly , Muhammad Januar; R , Salsabilla Rajwaa Putri; Azzahra , Putri Amelia; S , Mazaya Bilqiis Deswynand; Prameswari , Elza; Adzhani , Muhammad Pria; Andini , Putri Dwi; Kumala , Aswa Arsa; L , Arne
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Field Lab Family Medicine di Desa Trosemi menunjukkan permasalahan kesehatan keluarga yang bersifat holistik. Masalah mencakup aspek individu, keluarga, perilaku, dan lingkungan. Temuan lapangan memperlihatkan bahwa masalah kesehatan saling berkaitan. Kondisi ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif dalam pelayanan kesehatan keluarga. Sebagian besar keluarga berada pada stadium perkembangan keluarga empat hingga enam. Hubungan emosional dan pembagian peran keluarga tergolong cukup baik. Peran breadwinner, caregiver, dan decision maker berjalan relatif stabil. Kondisi keluarga yang fungsional ini mendukung penerimaan intervensi kesehatan. Risiko penyakit tidak menular ditemukan pada beberapa keluarga. Riwayat hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke masih dominan. Faktor genetik tersebut meningkatkan kerentanan anggota keluarga. Risiko ini semakin besar bila disertai perilaku hidup tidak sehat. Permasalahan individu didominasi oleh hipertensi, obesitas, dan gangguan mental emosional. Pola makan tinggi gula dan garam masih sering ditemukan. Aktivitas fisik harian tergolong rendah pada sebagian responden. Paparan asap rokok turut memperberat kondisi kesehatan individu. Kondisi sanitasi rumah menunjukkan masih adanya permasalahan lingkungan. Pembuangan air limbah rumah tangga langsung ke selokan masih dilakukan. Pengelolaan sampah dengan cara dibakar juga masih ditemukan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Intervensi yang diberikan berfokus pada edukasi, perubahan perilaku, dan perbaikan sanitasi rumah. Pendekatan promotif dan preventif diterapkan sesuai prinsip kedokteran keluarga. Keterlibatan seluruh anggota keluarga menjadi kunci keberhasilan intervensi. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan keluarga secara berkelanjutan. ntervensi yang diberikan berfokus pada edukasi, perubahan perilaku, dan perbaikan sanitasi rumah. Pendekatan promotif dan preventif diterapkan sesuai prinsip kedokteran keluarga. Keterlibatan seluruh anggota keluarga menjadi kunci keberhasilan intervensi. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan keluarga secara berkelanjutan.