Urgensi penelitian ini muncul dari rendahnya kemampuan siswa kelas XI SMA Negeri 7 Sarolangun dalam memahami unsur-unsur teks berita, struktur teks, kebahasaan, serta membedakan hoaks dan fakta di era media sosial yang masif, ditambah pembelajaran Bahasa Indonesia yang masih bersifat ceramah satu arah dan belum mengintegrasikan literasi digital sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran teks berita berbasis saintifik untuk siswa kelas XI SMA Negeri 7 Sarolangun, sebagai solusi atas kesulitan siswa dalam memahami unsur-unsur teks berita (5W+1H), struktur teks, kebahasaan, serta kemampuan membedakan hoaks dan fakta. Masalah ini muncul karena pembelajaran Bahasa Indonesia masih bersifat ceramah satu arah, kurang interaktif, dan belum mengintegrasikan konteks aktual serta literasi digital sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka, yang menekankan pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kompetensi abad 21. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (define, design, develop, and disseminate). Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 7 Sarolangun pada September-Oktober 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara awal, angket validasi oleh 5 ahli, angket praktikalitas oleh 36 siswa, serta pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas modul. Hasil penelitian menunjukkan modul sangat valid (90,40%) dengan rata-rata aspek materi (91%), tampilan (89,33%), dan bahasa (90,86%). Kemudian, sangat praktis (87,19%) dalam aspek minat siswa (88,3%), kemudahan penggunaan (86,67%), kreativitas (87,67%), dan manfaat (86,11%), serta efektif dengan peningkatan skor siswa dari 55,56 menjadi 90,14, atau efektivitas sebesar 34,58%, yang mendukung peningkatan literasi berita dan keterampilan analisis kritis di era media sosial.