Malini, Scendy Nawa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kontribusi Kebakaran Hutan terhadap Distribusi Spasial Gas CO2 Akibat Fenomena El Nino di Provinsi Jambi Gusmira, Eva; Susanti, Try; Ma'rufi, Arif; Malini, Scendy Nawa
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 13, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.13.3.92-102

Abstract

Fenomena El Nino memberikan dampak terhadap perubahan iklim di Indonesia khususnya di Provinsi Jambi. Fenomena ini akan menimbulkan kekeringan yang berkepanjangan dan memicu terjadinya bencana kebakaran hutan dan meningkatkan jumlah gas rumah kaca di udara termasuk CO2. Artikel ini bertujuan untuk memetakan distribusi gas CO2 secara spasial akibat kebakaran hutan di Provinsi Jambi dan melihat kesesuaian pola penyebaran angin dengan penyebaran kebakaran hutan. Artikel ini menggunakan data parameter gas CO2 yang diambil dalam bentuk grid pada tahun 2015 dan tahun 2019 yang merupakan tahun El Nino kuat dan El Nino lemah. Data hotspot dan pola angin ketinggian 1000 milibar untuk mendukung distribusi CO2 tersebut. Data grid diolah menggunakan software Grid Analysis Display Sistem (GrADS). Pemetaan pola distribusi gas CO2, kejadian kebakaran hutan dianalisis menggunakan software ArcGIS 10.8. Distribusi spasial CO2 dari 11 kabupaten di Provinsi Jambi menunjukkan pola penyebaran CO2 mengikuti pola penyebaran titik hotspot dan dipengaruhi oleh pola distribusi angin permukaan pada tahun 2015 dan tahun 2019. Tingkat emisi CO2 pada saat kebakaran hutan di tahun 2015 lebih tinggi dibandingkan emisi CO2 pada saat kebakaran hutan di tahun 2019. Hasil ini mengimplikasikan bahwa El Nino sangat mempengaruhi tingginya  emisi gas CO2 di Provinsi Jambi yang dihasilkan oleh kebakaran hutan baik saat El Nino kuat maupun El Nino lemah. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah untuk lebih mewaspadai bencana yang ditimbulkan oleh fenomena El Nino dan mewaspadai aktivitas manusia yang menjadi pemicu kebakaran hutan.