Bayi dengan berat badan lahir rendah memiliki risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan sehingga memerlukan perhatian dan perawatan khusus, baik di rumah sakit maupun di rumah. Dalam situasi ini, peran ibu menjadi sangat penting, namun tidak semua ibu memiliki keyakinan terhadap kemampuan dirinya (self-efficacy). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran self-efficacy ibu dalam merawat bayi dengan berat badan lahir rendah. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah sampel 31 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Perceived Maternal Parenting Self-Efficacy (PMP S-E) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas berada pada rentang usia 21-35 tahun sebanyak 77,4%, pendidikan terakhir SMA/sederajat sebanyak 54,8%, status pekerjaan tidak bekerja sebanyak 67,7%, paritas multipara sebanyak 48,4%, dan jenis persalinan melalui operasi sebanyak 54,8%. Mayoritas responden memiliki tingkat self-efficacy tinggi yaitu sebanyak 87,1%, sisanya sebanyak 12,9% berada pada tingkat sedang. Analisis komponen menunjukkan bahwa komponen pembentukan perilaku memiliki nilai rata-rata tertinggi, sedangkan keyakinan situasional terendah. Kesimpulannya, mayoritas ibu memiliki tingkat Self-Efficacy yang tinggi dalam merawat bayi BBLR. Namun, keyakinan situasional masih lebih rendah dibandingkan komponen lainnya sehingga ibu memerlukan edukasi tambahan agar lebih siap menghadapi situasi tidak terduga saat merawat bayi.