Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang hingga kini menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. PJK berdampak terhadap fisik, psikologis, hubungan sosial, dan finansial yang akan mempengaruhi kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self care dengan kualitas hidup pasien PJK yang menjalani rawat jalan di Poli Jantung RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 80 responden dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur self care adalah Self Care of Coronary Heart Disease Inventory (SC-CHDI) versi 3 dengan hasil uji validitas 0.367 - 0.650 dan reliabilitas 0.872. Kemudian kualitas hidup diukur menggunakan Seattle Angina Questionnaire dengan hasil uji validitas 0.363 - 0.826 dan reliabilitas 0.819. Analisis univariat menunjukkan mayoritas usia lansia akhir (56-65 tahun) sebanyak 30 responden (37.5%), berjenis kelamin laki-laki 59 responden (67%), status menikah 63 responden (65.5%), lulusan SMA 29 responden (36.3%), tidak bekerja 58 responden (72.5%), menjalani PCI 35 responden (43.8%), lama terdiagnosa dalam rentang 1-5 tahun sebanyak 32 responden (40.0%), self care baik sebanyak 49 responden (61.3%) dan kualitas hidup tinggi 44 responden (55%). Hasil analis bivariat menggunakan chi-square didapatkan p-value= 0.000 < α(0.05), disimpulkan ada hubungan self care dengan kualitas hidup pasien PJK. Pasien PJK disarankan untuk melakukan kontrol rutin, menjaga pola makan, minum obat rutin, menghindari rokok serta mengelola tingkat stres agar gejala yang dirasakan tidak semakin parah.