Higher education plays a strategic role in producing superior human resources, but in practice there are still problems with declining student motivation, especially in accounting courses, which are highly complex and demanding in terms of analysis. Learning motivation is influenced by various internal factors, including self-efficacy and adversity quotient, which play a role in shaping students' self-confidence and resilience in facing academic challenges. This study aims to analyze the influence of self-efficacy and adversity quotient on student learning motivation in accounting courses. The study uses a quantitative approach with an associative method. The research population consists of students from the Accounting Education Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Jakarta, with a sample of 65 students selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert scale questionnaire and analyzed using SPSS version 25 through instrument testing, descriptive analysis, classical assumption testing, multiple linear regression, and hypothesis testing. The results of the study indicate that self-efficacy has a positive and significant effect on learning motivation, as does adversity quotient, which also has a positive and significant effect. Simultaneously, both variables were found to have a significant effect on student learning motivation, contributing 45.8%. These findings confirm that belief in one's abilities and resilience in the face of adversity are important factors in increasing student learning motivation, especially in accounting, which requires perseverance and high analytical skills. ABSTRAK Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, namun dalam praktiknya masih ditemukan permasalahan penurunan motivasi belajar mahasiswa, khususnya pada mata kuliah akuntansi yang memiliki tingkat kompleksitas dan tuntutan analisis yang tinggi. Motivasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, di antaranya self-efficacy dan adversity quotient, yang berperan dalam membentuk keyakinan diri serta ketangguhan mahasiswa dalam menghadapi tantangan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-efficacy dan adversity quotient terhadap motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah akuntansi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta, dengan sampel sebanyak 65 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan bantuan SPSS versi 25 melalui uji instrumen, analisis deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar, demikian pula adversity quotient yang juga berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa dengan kontribusi sebesar 45,8%. Temuan ini menegaskan bahwa keyakinan terhadap kemampuan diri dan kemampuan bertahan menghadapi kesulitan merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, khususnya dalam pembelajaran akuntansi yang menuntut ketekunan dan kemampuan analitis yang tinggi.