Abstrak Latar Belakang: Hiperkolesterolemia merupakan kondisi dimana terdapat kadar lemak jenuh yang tinggi dalam darah. Hal ini menyebabkan beberapa penyakit serius termasuk resistensi insulin yang akan merusak sel pankreas. Pengobatan alternatif merupakan salah satu tindakan yang paling umum dilakukan dan sambiloto merupakan salah satu alternatifnya . Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata), terhadap gambaran histopatologi pankreas tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar yang diberi paparan diet tinggi kolesterol. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan true experimental design post test with control group yang diterapkan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan randomized probability sampling. Sampel dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif dan 3 kelompok yang diberi ekstrak dengan beberapa dosis (200, 400 dan 800 mg/kgbb). Penilaian kerusakan pankreas menggunakan skor Knodell yang dimodifikasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan multivariat dengan uji Chi-square, uji Kruskal-wallis dan dilanjutkan dengan uji post hoc HSD. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan ada pengaruh pemberian ekstrak sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap gambaran histopatologi pankreas pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar yang diberi diet tinggi kolesterol dengan nilai signifikansi p= 0,001 (p<0,05). Dari uji dosis terbukti dosis yang paling efektif dalam memperbaiki kerusakan sel pankreas adalah 800 mg/kgbb. Kesimpulan: Terdapat hasil yang bermakna antara pemberian ekstrak sambiloto dengan gambaran histopatologi pankreas pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar yang dipapar model hiperkolesteremia dengan dosis yang paling efektif adalah 800 mg/kgbb. Kata kunci: Sambiloto, tikus putih, hiperkolesterolemia, skoring Knodell