Kemoterapi sebagai modalitas pengobatan kanker dikaitkan dengan prevalensi kelelahan yang tinggi. Selain kelelahan, Nyeri merupakan gejala yang umum dialami pasien kanker selama kemoterapi dan keduanya dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara intensitas nyeri dan tingkat kelelahan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Kota Bandung. Metode yang dipakai adalah cross-sectional deskriptif dengan pengukuran intensitas nyeri menggunakan skala numerik (NRS) dan kelelahan diukur dengan instrumen Brief Fatigue Inventory (BFI). Uji realibilitas penelitian ini menggunakan Cronbach Alpha sebesar 0,83. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober 2025 sampai November 2025 pada 30 sampel. Hasil penelitian menunjukkan pasien kanker yang menjalani kemoterapi mengalami lelah ringan 30%, lelah sedang 43,6% dan lelah berat 26,4%. Sedangkan yang mengalami nyeri ringan 23,3%, nyeri sedang 46,7%, dan nyeri berat 30%. Hasil penelitian terdapat hubungan intensitas nyeri dengan tingkat kelelahan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi p value= 0,024 (<0,05). Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang antara kelelahan dengan nyeri pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Kota Bandung. Untuk peneliti selanjutnya dalam meneliti lebih dalam dengan mengontrol beberapa faktor yang mempengaruhi kelelahan dengan salah satunya mengontrol tekanan psikologis.