Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN SKEPTISISME PROFESIONAL AUDITOR DALAM MENGIDENTIFIKASI PENCATATAN, PENGAKUAN DAN PELAPORAN “BRAND AWARENESS” SEBAGAI ASET TAKBERWUJUD Davina Putri Anshari; Maria Eugenia Hastuti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi seperti big data analytics sudah merubah berbagai aspek dalam berbagai bisnis, termasuk kantor akuntan publik. Big data analytics memberikan manfaat yang beragam bagi sebuah kantor akuntan publik, hal ini disebabkan big data analytics telah digambarkan sebagai alat informasi yang memiliki volume tinggi, berkecepatan tinggi, dan beragam. Selain itu, big data analytics juga menjadi salah satu alat untuk memproses informasi secara cepat yang akan digunakan sebagai landasan pengambilan keputusan dan hemat biaya. Big data sangat besar, meliputi unstructured data yang dihasilkan oleh manusia, transaksi, dan mesin. “KAP IXR” menjadi salah satu kantor akuntan publik yang sudah mengadopsi dan menerapkan teknologi big data analytics. Adopsi dan implementasi yang dilakukan “KAP IXR” tidak hanya membawa manfaat namun juga menghadirkan tantangan etika yang dihadapi oleh auditor dalam melakukan prosedur audit. Melalui metode kualitatif deskriptif , data diperoleh dari wawancara dan observasi, dengan metode observasi adalah participant observer dan di analisis menggunakan pendekatan teori moral Lawrence Kohlberg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkatan moral auditor “KAP IXR” sangatlah beragam. Auditor yang berada pada tahap post-conventional cenderung menunjukkan integritas tinggi dan tanggung jawab profesional dengan mengedepankan keadilan dan transparansi dalam pengambilan keputusan audit berbasis big data analytics. Sebaliknya, bagi auditor yang masih berada pada tahap pre-conventional seringkali termotivasi dikarenakan adanya ketakutan individu terhadap sanksi, Penelitian ini juga menemukan bahwa walaupun “KAP IXR” telah berkomitmen pada pengembangan teknologi dan kode etik profesi, kurangnya pelatihan mengenai pengembangan teknologi, khususnya untuk big data analytics menjadi tantangan utama dalam penguatan moral etis auditor “KAP IXR”.