Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pastoral Kematian Dalam Tradisi “Duan-Lolat” Dan Relevansinya Bagi Solidaritas Di Paroki St.Maria Immaculata Wowonda Lamere, Bibiana; Hatmoko, Tomas Lastari; Sriwahyuni, Lina
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.10142

Abstract

Pelayanan pastoral kematian merupakan bagian integral dari karya pelayanan Gereja yang bersumber pada iman dan Kristus yang bangkit. Pastoral kematian dalam tradisi “Duan-Lolat” di Paroki St. Maria Immaculata pada hakekatnya bersifat aktual. Artinya, dalam memberikan pelayanan Gereja menyesuaikan dengan budaya setempat. Meskipun tradisi “Duan-Lolat” telah terintegrasikan dalam pelayanan pastoral kematian sebagai bentuk inkulturasi Gereja Katolik, sejauh ini belum ada penelitian yang secara spesifik mengkaji dampak pergeseran nilai sosial akibat moderinisasi-seperti induvilialisme, mobilitas sosial, dan teknologi-terhadap efektivitas pelayanan ini dalam menjaga solidaritas dan pertumbuhan iman umat. Penelitian ini bertujuan untuk mendisktipsikan nilai-nilai kematian dalam tradisi Duan-Lolat” dan pelayanan pastoral kematian yang dilakukan oleh umat Paroki St. Maria Immaculata Wowonda. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaktif sebagaimana direkomendasikan oleh Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan solidaritas umat dalam pelayanan kematian membutuhkan dua aspek penting yaitu solidaritas secara spiritual dan solidaritas sosial. Dengan demikian, pelayanan pastoral kematian di Paroki St. Maria Immaculata Wowonda perlu terus dikembangkan sebagai wadah pertumbuhan iman dan penguatan solidaritas komunitas umat di tengah tantangan budaya modern yang semakin kompleks.