Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Culturally Responsive Teaching dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar serta menelaah kualitas instrumen yang digunakan untuk mengukur ketercapaian indikator pembelajaran berbasis Culturally Responsive Teaching. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode campuran (mixed methods) dan desain kelas tunggal. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas IV sekolah dasar dan satu guru kelas sebagai informan pendukung. Tahapan penelitian meliputi studi pendahuluan, pengembangan instrumen, pelaksanaan pembelajaran matematika berbasis Culturally Responsive Teaching, pengumpulan data, dan analisis data. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan tes pemahaman konsep matematika berbasis konteks sosial-budaya. Data kuantitatif dianalisis menggunakan model Rasch untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen, serta uji normalitas untuk memastikan kelayakan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki kualitas psikometrik yang baik, ditunjukkan oleh kesesuaian item dengan model Rasch, reliabilitas yang tinggi, serta distribusi data yang normal. Pembahasan menunjukkan bahwa penerapan Culturally Responsive Teaching mendukung pembelajaran matematika yang kontekstual, inklusif, dan berkeadilan. Dengan demikian, pendekatan Culturally Responsive Teaching dapat diterapkan secara efektif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar dengan dukungan instrumen evaluasi yang valid dan reliabel